Kamis, 20 Februari 2014

Aku Memilih Untuk Mencintai mu Diam-Diam :')

Aku memilih untuk mencintai mu dalam diam, saat aku menyadari ada yang yang lain dalam hati ku. Saat rasa itu tiba-tiba menyeruak di dalam hati ku, tanpa bisa ku cegah.
Sejak semua berubah.
Sejak...
Senyum mu mampu membuat ku terbang meski tanpa sayap...
Tatapan matamu  mampu membuat ku tenggelam dalam dalamnya sorot matamu...
Harum tubuh mu mampu memabukan indera penciuman ku...
Sentuhan tangan mu  mampu melumpuhkan sendi-sendi di tubuh ku...


Sejak aku tak lagi dapat mencegah hati ku untuk tidak merindukan mu, saat dirimu tak dapat terjamah oleh indera pengelihatan ku...

Aku lebih memilih untuk mencintaimu diam-diam, karena aku takut kamu menjauhi ku karena perasaan yang aku sendiri tidak tau kapan mulai tumbuh di hati ku..
Aku takut kehilangan mu. Bahkan sangat takut...


Aku memilih untuk mencintaimu diam-diam, karena kamu lebih memilih berteman daripada  menjalin suatu hubungan yang akan berakhir nantinya.

Kamu tau ?  Entah mengapa ada rasa sesak di hati ku saat kamu mengucapkan kalimat penolakan itu secara tidak langsung..
Tapi, rasa sesak itu tidak lebih sesak seperti saat aku melihat mu dengan gadis itu. Gadis yang kau klaim sebagai “GADISMU”...


Dan sampai saat ini aku (masih) memilih untuk mencintaimu diam-diam...
Memperhatikan mu dari jauh..
Mencari kabar tentang mu melalui akun jejaring social milik mu..
Membawa nama mu dalam percakapan ku bersama Tuhan..
Dan Mendo’akan kebahagian mu di setiap sujud ku..


Memperhatikan mu...
Merindukan mu...
Mengharapkan mu...
Mendoakan mu...
Mencintai mu..
Bahkan menangis karena mu pun aku lakukan secara DIAM-DIAM..


Tenang saja, sayang. Aku tak akan menyalakhan mu..
Ini adalah konsekuensi yang harus aku terima atas semua pilihan ku...
Aku yang terlalu takut kehilangan mu..
Aku yang terlalu pengecut, sehingga memilih untuk mencintai mu DIAM-DIAM....

Untuk mu yang jauh disana...




Aku. Pengecut yang dengan lancang mencintaimu diam-diam :’)
DRP