Selasa, 02 September 2014


Untuk mu, lelaki yang menganggap ku kasat mata....


Saat aku mencoba bertahan disisi mu. Kau acuhkan aku seakan aku tak ada.
Apa aku memang  kehadiran ku tak pernah ada artinya dihidup mu ?
Saat aku memilih untuk  pergi , mengapa kamu tidak menahan ku untuk tetap tinggal ?
Tak pernahkah kau sedikit saja  memikirkan perasaan ku...
Tak bisakah kau menghargai kehadiran ku..

Aku bertahan karena aku mencintaimu. Tapi jika aku terus kau abaikan seperti ini, aku akan pergi. Pergi meninggalkan dirimu.. Meninggalkan semua harapan yang bahkan belum sempat tumbuh.. meninggalkan cinta ytang mungkin sempat tumbuh, namun kau siakan begitu saja.
Aku pergi bukan karena tak lagi mencintaimu. Aku pergi karena aku tahu diri. Aku pergi karena aku tak ingin lagi terluka. Aku pergi karena aku sudah lelah kau abaikan.....



Aku, seseorang yang selalu memperhatikan mu...

Minggu, 31 Agustus 2014


Untuk mu, Mr. Smile ku.....


Entah ini surat keberapa yang sudah ku tulis untuk mu, dan tentunya tidak pernah kau terima. Ya, aku hanya menyimpannya, tanpa berani untuk mengirimkannya pada mu.
 Apa kabar kamu ? Aku sudah lama tak mengikuti kabar mu, tak lagi mencari-cari  kabar mu, dan tak lagi sibuk memperhatikan mu melalui media social mu. Aku memang sengaja melakukannya. Beberapa bulan ini, aku sedang belajar untuk tak lagi mempedulikan mu. Berusaha tak lagi candu akan hadirmu. Berusaha mengenyahkan bayangan mu dari fikiran ku. kamu tau Tuan, kamu sudah terlalu lama disini. Di hati ku. Tak bosankah kamu disana ?
Entah ini surat keberapa yang ku tulis untuk mu. Sebenarnya setiap kali aku  menulis surat untuk mu, aku harus kembali membiarkan hati ku terluka karena mengingatmu. Dan itu artinya, aku membiarkan hatiku mendapatkan luka baru walau luka yang lama pun belum kunjung sembuh. Saat ini aku bisa tersenyum mengingat mu, mungkin hati ku sudah mati rasa. Jadi kini rasa sakit itu sudah tidak terasa lagi.
Jadi izin aku untuk mengingat  mu lagi Tuan. Sosok yang bagi ku sempurna, dengan segala jelebihan dan kekurangan yang kau punya. Beri aku waktu untuk bisa bernafas tanpa mu, karena aku tau kamu tidak akan pernah kembali dan menepati janji mu dulu.
Aku memilih untuk menyerah Tuan, tapi bukan berarti aku berhenti untuk mencintai dan mendo’akan kebahagiaan mu. Aku akan terus melakukannya, hanya saja frekuensinya sedikit berkurang.
Tuan, berjanjilah kau akan selalu tersenyumn disana. Meski yang menjadi alasan mu untuk tersenyum bukan karena aku. Tapi tetaplah tersenyum, karena kamu adalah Mr. Smile ku. Salah satu alasan ku untuk tersenyum.....


Dari Pengagum mu

DRP

Rabu, 26 Maret 2014

Me And You Lyric - Ashilla


Ku mencoba mengerti keadaan ini
Walau sejuta pertanyaan menghujani
Kau hadir di waktu hidup ku yang tak tepat
Belum waktu ku kenal cinta lebih cepat

*Dan dunia pun berhasil melerai kita berdua
   Seperti bermimpi indah lalu terjaga

Reff :  Just me and you against the world
    Ucapan yang jadi pengikat cinta kita
    And I’ll spend my life to keep my words
          Ku pastikan suatu saat nanti ku kan hadir di hidup mu lagi
          Tuk melanjutkan cinta ini

Ku belajar terima keadaan ini
Cinta kita harus pupus saat dia bersemi

Back to * and Reff

Kan ku buat dunia mengerti, Ini cinta ku yang pertama
Kan ku buat dunia mengerti, Ini cinta ku yang pertama

Kan ku buat dunia mengerti betapa hebatnya cinta pertama.....

Rabu, 19 Maret 2014

Temani Aku - Rio Stevadit

Hari berlalu, bulan berlalu, tahun pun berlalu
Lambang kan segala resah yang ada pada orang yang sama...

Temani aku rasakan cinta hatiku resahhh... ohhh
Temani aku rasakan rindu hatiku gelisahhh...dimanaaaaa....

Atau hanya tanya yang bisa menyiksa
Meski perlahan tapi pasti oh ku jatuh cinta padamuuu....

Temani aku rasakan cinta...ohh hoo
Andai kau tahu ku memendam rasa...
Tiada sulit dimengerti...

Temani aku rasakan cinta hatiku resahhh...
Temani aku rasakan rindu hatiku gelisah..hooo

Temani aku rasakan rindu hatiku gelisahhh...
dimanaaaa....hoo
rasakan cintaaaa...



Link : http://www.youtube.com/watch?v=EqJSsql9GJY

Kamis, 20 Februari 2014

Aku Memilih Untuk Mencintai mu Diam-Diam :')

Aku memilih untuk mencintai mu dalam diam, saat aku menyadari ada yang yang lain dalam hati ku. Saat rasa itu tiba-tiba menyeruak di dalam hati ku, tanpa bisa ku cegah.
Sejak semua berubah.
Sejak...
Senyum mu mampu membuat ku terbang meski tanpa sayap...
Tatapan matamu  mampu membuat ku tenggelam dalam dalamnya sorot matamu...
Harum tubuh mu mampu memabukan indera penciuman ku...
Sentuhan tangan mu  mampu melumpuhkan sendi-sendi di tubuh ku...


Sejak aku tak lagi dapat mencegah hati ku untuk tidak merindukan mu, saat dirimu tak dapat terjamah oleh indera pengelihatan ku...

Aku lebih memilih untuk mencintaimu diam-diam, karena aku takut kamu menjauhi ku karena perasaan yang aku sendiri tidak tau kapan mulai tumbuh di hati ku..
Aku takut kehilangan mu. Bahkan sangat takut...


Aku memilih untuk mencintaimu diam-diam, karena kamu lebih memilih berteman daripada  menjalin suatu hubungan yang akan berakhir nantinya.

Kamu tau ?  Entah mengapa ada rasa sesak di hati ku saat kamu mengucapkan kalimat penolakan itu secara tidak langsung..
Tapi, rasa sesak itu tidak lebih sesak seperti saat aku melihat mu dengan gadis itu. Gadis yang kau klaim sebagai “GADISMU”...


Dan sampai saat ini aku (masih) memilih untuk mencintaimu diam-diam...
Memperhatikan mu dari jauh..
Mencari kabar tentang mu melalui akun jejaring social milik mu..
Membawa nama mu dalam percakapan ku bersama Tuhan..
Dan Mendo’akan kebahagian mu di setiap sujud ku..


Memperhatikan mu...
Merindukan mu...
Mengharapkan mu...
Mendoakan mu...
Mencintai mu..
Bahkan menangis karena mu pun aku lakukan secara DIAM-DIAM..


Tenang saja, sayang. Aku tak akan menyalakhan mu..
Ini adalah konsekuensi yang harus aku terima atas semua pilihan ku...
Aku yang terlalu takut kehilangan mu..
Aku yang terlalu pengecut, sehingga memilih untuk mencintai mu DIAM-DIAM....

Untuk mu yang jauh disana...




Aku. Pengecut yang dengan lancang mencintaimu diam-diam :’)
DRP





Minggu, 26 Januari 2014

Mencintaimu Dalam Diam :')

Jatuh cinta diam-diam memang menyesakkan..
tapi itu pilihan ku..
Aku lebih memilih mencintaimu dalam diam, memeluk mu dalam do'a, dan hanya pada Tuhan lah aku bercerita tentang rindu yang kian menjadi..

Kamu yang jauh disana..
Kadang mata ini iri pada hati, karena dia slalu bisa merasakan kehadiran mu...
Sedang mata ini tak bisa melihat kehadiran mu..

Kamu yang jauh disana..
Apakah kau sedang melihat langit yang sama ?
Apakah kamu dapat merasakan kehadiran ku disisi mu ?

Aku bahagia bisa mengenal mu..
Dan aku bersyukur mencintaimu, walau dalam diam sekali pun..
Entah apa yang membuat ku mampu bertahan dalam cinta diam-diam ini..

Hanya saja aku yakin, semua akan indah pada waktunya..
Dan jika kita ditakdirkan bersama..
Aku, Kamu, akan menjadi KITA...

Kamu..
Seseorang yang berhasil menyentuh hati ku..
Kamu..
Seseorang yang namanya slalu aku bawa dalam sujud ku..
Kamu..
Mungkinkah kamu, seseorang yang namanya telah tertulis ditakdir ku untuk menjadi imam ku ?




Untuk mu, seseorang yang namanya slalu aku bawa dalam sujud ku :)


DRP