Minggu, 31 Agustus 2014


Untuk mu, Mr. Smile ku.....


Entah ini surat keberapa yang sudah ku tulis untuk mu, dan tentunya tidak pernah kau terima. Ya, aku hanya menyimpannya, tanpa berani untuk mengirimkannya pada mu.
 Apa kabar kamu ? Aku sudah lama tak mengikuti kabar mu, tak lagi mencari-cari  kabar mu, dan tak lagi sibuk memperhatikan mu melalui media social mu. Aku memang sengaja melakukannya. Beberapa bulan ini, aku sedang belajar untuk tak lagi mempedulikan mu. Berusaha tak lagi candu akan hadirmu. Berusaha mengenyahkan bayangan mu dari fikiran ku. kamu tau Tuan, kamu sudah terlalu lama disini. Di hati ku. Tak bosankah kamu disana ?
Entah ini surat keberapa yang ku tulis untuk mu. Sebenarnya setiap kali aku  menulis surat untuk mu, aku harus kembali membiarkan hati ku terluka karena mengingatmu. Dan itu artinya, aku membiarkan hatiku mendapatkan luka baru walau luka yang lama pun belum kunjung sembuh. Saat ini aku bisa tersenyum mengingat mu, mungkin hati ku sudah mati rasa. Jadi kini rasa sakit itu sudah tidak terasa lagi.
Jadi izin aku untuk mengingat  mu lagi Tuan. Sosok yang bagi ku sempurna, dengan segala jelebihan dan kekurangan yang kau punya. Beri aku waktu untuk bisa bernafas tanpa mu, karena aku tau kamu tidak akan pernah kembali dan menepati janji mu dulu.
Aku memilih untuk menyerah Tuan, tapi bukan berarti aku berhenti untuk mencintai dan mendo’akan kebahagiaan mu. Aku akan terus melakukannya, hanya saja frekuensinya sedikit berkurang.
Tuan, berjanjilah kau akan selalu tersenyumn disana. Meski yang menjadi alasan mu untuk tersenyum bukan karena aku. Tapi tetaplah tersenyum, karena kamu adalah Mr. Smile ku. Salah satu alasan ku untuk tersenyum.....


Dari Pengagum mu

DRP