Hai, Tuan.. Apa kabar ?
Aku merindukan mu..
Tuan, lagi-lagi gadis itu membuat ku cemburu. Sebenarnya, apa hubungan kalian ? Kau tidak menyukainya kan ?
Tuan, aku sudah pernah mengingatkan mu kan kalau kau tidak boleh terlalu ramah pada setiap gadis. kamu tau, keramahan mu itu bisa membuat mereka salah paham. Sama seperti ku dulu.
Tuan, bisakah kamu membuat ku sedikit tenang. Saat ini hati ku sangat kacau, karena memikirkan kenyataan terburuk antara kau dan dia.
Bisakah kau membuat satu pernyataan yang menegaskan bahwa kau dan dia tidak mempunyaiu hubungan apa-apa. Tolong buat aku tidur dengan nyenyak malam ini, Tuan.
Aku tau, kau pasti mengerti apa yang kurasa saat ini. Tapi mengapa kau diam saja. Ah, aku lupa. Aku bukan siapa-siapa untuk mu. Kau tak akan pernah peduli dengan perasaan ku kan ?
Tuan, aku tau. cinta ini hanya aku yang rasa. Tapi kau punya hati kan ?
Tidak bisakah kau melihat hati ku ? Tidak bisakah pepatah yang menyebutkan bahwa "Cinta datang karena terbiasa " itu terjadi pada mu juga ?
Maaf, jika aku terlalu memaksa. Maaf, jika aku slalu mengganggu mu. Aku hanya tak paham bagaimana caranya untuk menunjukkan rasa cinta ku.
Aku sama sekali tidak pernah berniat untuk mengganggu mu, Tuan. Maaf..
Aku hanya ingin kamu tau, ada orang yang dengan tulus mencintaimu. Ada orang yang slalu membawa nama mu dalam percakapan panjangnya bersama Tuhan. Ada orang yang slalu mendoakan kebahagiaan mu dari jauh...
Seseorang yang slalu memperhatikanmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar