Hari ini, hari pertama gue sekolah di SMA Rise Music School. Gue beruntung banget bisa masuk ke sekolah salah satu sekolah terfavorite di Jakarta. Selain prestasi di bidang akademiknya yang bagus, prestasi di bidang non akademiknya juga keren banget.
Dan gue bisa sekolah di SMA ini berkat kedahsyatan ku bermain gitar plus kata orang-orang suara gue bagus.Waktu itu sekolah ku yang lama lagi ngadain pertunjukan seni, dan gue adalah salah satu pengisi acaranya.
Kebetulan pemilik yayasan SMA Rise Music School ngeliat gue tampil dan terpesona sama permainan gitar gue. Beliau nawarin gue beasiswa buat sekolah di SMA Rise music school, tanpa pikir panjang gue langsung terima berhubung sekolah itu udah terkenal banget ngelahirin musisi-musisi handal.
Btw, gue belum ngenalin nama gue ya??
Nama gue Ashilla Zahrantiara, but you can call me just Shilla. Ok!
###
Pendapat pertama gue tentang sekolah baru gue adalah kereeen banget. Gimana nggak keren, pas pertama masuk gerbang kita udah disuguhin halaman yang luas banget + taman yg ditanami pohon-pohon yang rindang bikin suasana jadi adem.
Gue terus melangkah kan kaki memasuki halaman sekolah, gue sampe nggak kedip saking terpesonanya sama sekolah baru gue.Tiba-tiba...
Bruk!!
"Aduh," kata gue sambil memegangi bokong gue yang sakit karna jatuh.
"Sory, gue nggak sengaja " ujar cowo yang nabrak gue itu.
Cowo itu ngulurin tangannya dan ngebantuin gue bangun.
"Makanya kalo jalan itu...." gue nggak bisa ngelanjutin kata-kata gue waktu ngeliat wajah cowo itu.
Ternyata ada ya cowo sekeren, semanis, dan seganteng dia disini. Justin bieber aja lewat.
"elo nggak papa kan??" Tanya cowo itu lagi.
"nggak papa koq" Gue menggeleng cepat.
"Sory ya. Soalnya gue buru-buru." ucapnya sambil tersenyum.
"gue yg harusnya minta maaf sama loe, soalnya gue nggak liat-liat jalannya" gue balik senyum.
"ok,kalo gitu gue duluan ya." Cowo itu melambaikan tangannya pada gue sbelum menghilang di ujung koridor.
Dan gue masih terpaku menatapi punggung cowo itu disini...
###
Lalu gue melanjutkan perjalanan gue mencari ruang Kepsek..
'Nah itu dia.' Batin gue saat melihat ruangan bertuliskan 'Kepala Sekolah' di ujung koridor..
Tok..tok..tok..
Gue mengetuk pintu ruangan itu ,setelah mendengar suara dari dalam yang memperbolehkan gue masuk,gue segera memasuki ruangan itu.
"Selamat pagi Pak" Ucap Ku sopan.
"Pagi. Silahkan duduk." Bapak kepala sekolah mempersilahkan gue untuk duduk di hadapannya.
"terima kasih pak". Gue tersenyum lalu duduk dibangku yang ada di hadapan Pak kepsek.
"Kamu Ashilla Zahrantiara kan? Murid dari Bandung yang dapat beasiswa itu kan?" Tanya Pak Kepsek. "Saya Pak Duta, kepala sekolah disini." lanjutnya lagi.
"Iya Pak, saya Ashilla Zahrantiara." jawab ku.
"Mario, ini Ashilla yang tadi Bapak ceritakan ke kamu"
Gue menoleh ke arah cowok yang duduk disamping gue. Betapa terkejutnya gue, waktu gue tau siapa cowok itu.
'Oh God,itu kan cowok yang tadi tabrakan sama gue di koridor.' ucap ku dalam hati.
Cowok itu menyodorkan tangannya ke arah gue. "Mario Stevano." katanya sambil tersenyum.
"Ashilla Zahrantiara." gue menyambut uluran tangannya lalu tersenyum semanis mungkin.
"Ashilla, Mario ini adalah ketua OSIS di SMA kita. Dia juga kapten tim basket di sekolah ini." Kepala sekolah menerangkan siapa Mario itu.
Si empunyaa nama hanya tersenyum mendengarkan ucapan Pak Duta tadi. Pak Duta meminta cowo itu unutk mengantar gue ke kelas.
"Mario,kalo boleh tau gue masuk ke kelas mana ya?" Gue memberanikan diri bertanya pada Mario.
"Panggil gue Rio aja," lagi-lagi dia tersenyum,dan senyum itu berhasil membuat gue salah tingkah.
"..elo masuk ke kelas 11 IPA 2." lanjut'a lagi.
Shilla membulatkan mulutnya membunyikan huruf 'O', sambil mengangguk-angguk mengerti.
"ini kelas loe" kata Rio, saat kami berdiri di depan kelas XI IPA 2.
"loe beranikan masuk sendiri, soalnya gue mesti balik ke kelas ada ulangan fisika." ucapnya lagi.
Shilla mengangguk "thanks ya."
Gue mengetuk pintu lalu masuk ke dalam kelas.
"permisi bu,saya Ashilla" Gue memperkenalkan diri pada guru yang sedang mengajar.
Gue melangkah memasuki kelas, setelah Bu Winda-guru yg sedang mengajar- mempersilahkan gue masuk.
"Sekarang perkenalkn diri kamu kepada teman-teman yang lain" Perintah Bu Winda.
"baik Bu." sahut ku.
"perkenalkan nama saya Ashilla Zahrantiara, kalian bisa panggil saya dengan Shilla saja. Terima kasih." gue mengakhiri perkenalan gue dengan sebuah senyuman.
"sudah cukup Shilla?" Tanya Bu Winda
"sudah Bu."
"Baiklh, kalau begitu kamu bisa duduk di..." Bu Winda melihat ke seluruh kelas mencari bangku yang kosong untuk Shilla. "..kamu duduk di sebelah Alyssa saja." lanjutnyaa lagi.
"Terima kasih Bu." Shilla berjalan menuju bangku yg ditunjuk Bu Winda tadi.
Di meja itu sudah ada gadis manis berdagu lancip bernama Alyssa.
"hai,gue Ify." gadis itu memperkenalkan dirinya saat gue menduduki banggu kosong di sebelahnya.
"Shilla." Gue meraih tangan gadis dihadapannya.
"sekarang keluarkan buku paket kalian." perintah Bu Winda.
###
Bel istirahat pun berkumandang. Semua murid-murid berhamburan keluar kelas menuju kantin. Tak terkecuali gue dan Ify.
"kita duduk disana aja ya Shill" saran Ify, yang diangguki oleh ku.
"mau pesen apa Shill?" tanya Ify.
"emm, bakso aja sama es jeruk." jawab ku.
"ok. Tunggu bentar ya gue pesenin dulu." Ify pergi menuju kios bakso meninggalkan Shilla sendiri.
Beberapa menit kemudian Ify datang membawa 3 mangkuk bakso, 2 gelas es jeruk, dan 1 gelas jus mangga.Gue mengerutkan kening saat melihat Ify datang.
"kok banyak banget Fy?" tanya ku bingung.
"yang 1 buat pacar gue. Sekarang dia lagi nemuin Pak Joe dulu, sebentar lagi juga dia dateng"
"oh gue pikir..." belum selesai gue mengakhiri perkataan gue Ify sudah meneruskannya.
"loe pikir ini buat gue semua ya?" kata Ify seperti bisa membaca pikiran gue.
"hehe.." gue menggaruk belakang telinga ku yang sama sekali tidak gatal.
"emang cowok loe itu kelas berapa Fy?" tanya ku lagi.
"kelas XI IPA 4."
Seorang cowok hitam manis berjalan ke arah meja Shilla & Ify.
"hai beib. Sory ya lama." ucap cowok itu lalu mencium kening Ify.
#bersambung
"Sekarang perkenalkn diri kamu kepada teman-teman yang lain" Perintah Bu Winda.
"baik Bu." sahut ku.
"perkenalkan nama saya Ashilla Zahrantiara, kalian bisa panggil saya dengan Shilla saja. Terima kasih." gue mengakhiri perkenalan gue dengan sebuah senyuman.
"sudah cukup Shilla?" Tanya Bu Winda
"sudah Bu."
"Baiklh, kalau begitu kamu bisa duduk di..." Bu Winda melihat ke seluruh kelas mencari bangku yang kosong untuk Shilla. "..kamu duduk di sebelah Alyssa saja." lanjutnyaa lagi.
"Terima kasih Bu." Shilla berjalan menuju bangku yg ditunjuk Bu Winda tadi.
Di meja itu sudah ada gadis manis berdagu lancip bernama Alyssa.
"hai,gue Ify." gadis itu memperkenalkan dirinya saat gue menduduki banggu kosong di sebelahnya.
"Shilla." Gue meraih tangan gadis dihadapannya.
"sekarang keluarkan buku paket kalian." perintah Bu Winda.
###
Bel istirahat pun berkumandang. Semua murid-murid berhamburan keluar kelas menuju kantin. Tak terkecuali gue dan Ify.
"kita duduk disana aja ya Shill" saran Ify, yang diangguki oleh ku.
"mau pesen apa Shill?" tanya Ify.
"emm, bakso aja sama es jeruk." jawab ku.
"ok. Tunggu bentar ya gue pesenin dulu." Ify pergi menuju kios bakso meninggalkan Shilla sendiri.
Beberapa menit kemudian Ify datang membawa 3 mangkuk bakso, 2 gelas es jeruk, dan 1 gelas jus mangga.Gue mengerutkan kening saat melihat Ify datang.
"kok banyak banget Fy?" tanya ku bingung.
"yang 1 buat pacar gue. Sekarang dia lagi nemuin Pak Joe dulu, sebentar lagi juga dia dateng"
"oh gue pikir..." belum selesai gue mengakhiri perkataan gue Ify sudah meneruskannya.
"loe pikir ini buat gue semua ya?" kata Ify seperti bisa membaca pikiran gue.
"hehe.." gue menggaruk belakang telinga ku yang sama sekali tidak gatal.
"emang cowok loe itu kelas berapa Fy?" tanya ku lagi.
"kelas XI IPA 4."
Seorang cowok hitam manis berjalan ke arah meja Shilla & Ify.
"hai beib. Sory ya lama." ucap cowok itu lalu mencium kening Ify.
#bersambung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar