Untuk
mu, Mr. Smile ku.....
Entah
ini surat keberapa yang sudah ku tulis untuk mu, dan tentunya tidak pernah kau
terima. Ya, aku hanya menyimpannya, tanpa berani untuk mengirimkannya pada mu.
Apa kabar kamu ? Aku sudah lama tak mengikuti
kabar mu, tak lagi mencari-cari kabar
mu, dan tak lagi sibuk memperhatikan mu melalui media social mu. Aku memang
sengaja melakukannya. Beberapa bulan ini, aku sedang belajar untuk tak lagi
mempedulikan mu. Berusaha tak lagi candu akan hadirmu. Berusaha mengenyahkan bayangan
mu dari fikiran ku. kamu tau Tuan, kamu sudah terlalu lama disini. Di hati ku.
Tak bosankah kamu disana ?
Entah
ini surat keberapa yang ku tulis untuk mu. Sebenarnya setiap kali aku menulis surat untuk mu, aku harus kembali
membiarkan hati ku terluka karena mengingatmu. Dan itu artinya, aku membiarkan
hatiku mendapatkan luka baru walau luka yang lama pun belum kunjung sembuh. Saat
ini aku bisa tersenyum mengingat mu, mungkin hati ku sudah mati rasa. Jadi kini
rasa sakit itu sudah tidak terasa lagi.
Jadi
izin aku untuk mengingat mu lagi Tuan.
Sosok yang bagi ku sempurna, dengan segala jelebihan dan kekurangan yang kau
punya. Beri aku waktu untuk bisa bernafas tanpa mu, karena aku tau kamu tidak
akan pernah kembali dan menepati janji mu dulu.
Aku
memilih untuk menyerah Tuan, tapi bukan berarti aku berhenti untuk mencintai
dan mendo’akan kebahagiaan mu. Aku akan terus melakukannya, hanya saja
frekuensinya sedikit berkurang.
Tuan,
berjanjilah kau akan selalu tersenyumn disana. Meski yang menjadi alasan mu
untuk tersenyum bukan karena aku. Tapi tetaplah tersenyum, karena kamu adalah
Mr. Smile ku. Salah satu alasan ku untuk tersenyum.....
Dari
Pengagum mu
DRP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar