Selasa, 22 Januari 2013

Surat kedua



Hai kamu si pencetak senyum.
Apa kabar kamu hari ini ? aku harap selalu baik.
Ini adalah surat kedua ku untuk mu, walaupun aku masih tidak tau harus mengirimnya kemana. Dan aku tak tau apakah kamu akan memmbaca surat ku ini, mungkin jika kau dapat membacanya kau akan mengerutkan kening mu dan bertanya-tanya siapa pengecut yang berani mengirimkan surat kaleng ini pada mu.
Aku memang pengecut karena tak berani mengirimkan langsung pada mu, tapi aku punya alasan mengapa aku melakukan ini. Aku hanya tak ingin kamu membenci ku jika kamu tau siapa aku, karna sesungguhnya aku tidak siap menerima kenyataan jika kau membenci dan menghindari ku.
Jadi biarkan aku tetap menjadi pengecut dimata mu, dan jangan pernah bosan untuk meluangkan waktu untuk membaca surat dari ku. Kali ini aku akan bercerita tentang awal pertama kita bertemu, masihkah kamu mengingatnya ??

Waktu itu aku dan kamu ditakdirkan oleh Tuhan untuk masuk di kelas yang sama kelas XI IPS 2. Awalnya biasa saja, kamu sama seperti siswa laki-laki lainnya. Tak ada yang istimewa dari mu.
Pernah suatu ketika kamu tertangkap basah sedang merokok di belakang sekolah, dan saat itu kau harus berkeliling ke setiap kelas untuk mencari siapa saja yang ikut bersama mu saat itu. Tapi saat itu kamu bilang kamu hanya merokok sendiri disana, padahal aku tau ada beberapa teman sekelas kita yang ikut bersama mu . Alhasil karena pengakuan mu itu, kamu dihukum sendirian. Dan menurut ku kamu itu bodoh, sangat bodoh karena kamu menyembunyikan kesalahan teman-teman mu. Tapi akhirnya aku tau apa alasan mu melakukan itu, waktu itu kamu bilang “gue ga mau mereka dihukum juga, biarin gue aja yang kena.” . Dan kamu tau kata-kata mu itu tlah merubah cara pandang ku terhadap mu, ternyata kamu adalah orang yang sangat setia kawan.
Hari demi hari tlah terlalui, aku dan kamu semakin dekat. Entah sejak kapan. Mungkin sejak kamu duduk di samping kanan ku, sejak kamu mulai sering meminjam pulpen ku, sejak kamu mulai sering meminjam catatan ku, sejak kamu sering menanyakan pelajaran pada ku, atau sejak kita mulai terlibat percakapan-percakapan sederhana.
Saat itu aku sama sekali tak pernah berfikir kalau aku akan menyukaimu, karena kamu tidak termasuk dalam kriteria cowok yang aku suka. Kamu adalah seorang cowok berkulit sawo matang, berambut seperti Yesung Super Junior, berlesung pipit, bermata kecil tapi sanggup membuat ku salah tingkah saat kamu menatap ku, berbadan tinggi besar, dan seorang perokok. Kamu itu sama sekali bukan tipe cowok idaman ku, tapi mungkin begitulah cinta. Kita tidak pernah tau pada siapa dan kapan kita akan jatuh cinta.
Kalau kau tanya sejak kapan aku mulai menyukaimu, kau tak akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan mu itu. Karena aku sendiri pun tak tau sejak kapan aku menyukai mu, mungkin sejak aku diam-diam mulai memperhatikan mu atau mungkin sejak kamu tiba-tiba hadir dalam mimpi ku. yang aku tau sampai saat ini aku masih dan akan terus menyukaimu. Entah sampai kapan, mungkin sampai aku menemukan seseorang yang mampu menggeser posisi mu dari hati ku atau sampai jantung ini tak mampu lagi berdetak.
 Sebenarnya masih banyak cerita yang ingin aku ceritakan pada mu, tapi aku takut kamu bosan membacanya jika surat ku terlalu panjang kali ini. Dan kamu tidak lagi mau membaca surat ku lagi nantinya. Jadi surat kedua ku ini sampai disini dulu, besok aku akan mengirimi mu surat lagi, aku harap kamu tak pernah bosan ya J

Aku, seseorang yang slalu merindukan mu.






D.R.P

Tidak ada komentar: