Selasa, 02 September 2014


Untuk mu, lelaki yang menganggap ku kasat mata....


Saat aku mencoba bertahan disisi mu. Kau acuhkan aku seakan aku tak ada.
Apa aku memang  kehadiran ku tak pernah ada artinya dihidup mu ?
Saat aku memilih untuk  pergi , mengapa kamu tidak menahan ku untuk tetap tinggal ?
Tak pernahkah kau sedikit saja  memikirkan perasaan ku...
Tak bisakah kau menghargai kehadiran ku..

Aku bertahan karena aku mencintaimu. Tapi jika aku terus kau abaikan seperti ini, aku akan pergi. Pergi meninggalkan dirimu.. Meninggalkan semua harapan yang bahkan belum sempat tumbuh.. meninggalkan cinta ytang mungkin sempat tumbuh, namun kau siakan begitu saja.
Aku pergi bukan karena tak lagi mencintaimu. Aku pergi karena aku tahu diri. Aku pergi karena aku tak ingin lagi terluka. Aku pergi karena aku sudah lelah kau abaikan.....



Aku, seseorang yang selalu memperhatikan mu...

Minggu, 31 Agustus 2014


Untuk mu, Mr. Smile ku.....


Entah ini surat keberapa yang sudah ku tulis untuk mu, dan tentunya tidak pernah kau terima. Ya, aku hanya menyimpannya, tanpa berani untuk mengirimkannya pada mu.
 Apa kabar kamu ? Aku sudah lama tak mengikuti kabar mu, tak lagi mencari-cari  kabar mu, dan tak lagi sibuk memperhatikan mu melalui media social mu. Aku memang sengaja melakukannya. Beberapa bulan ini, aku sedang belajar untuk tak lagi mempedulikan mu. Berusaha tak lagi candu akan hadirmu. Berusaha mengenyahkan bayangan mu dari fikiran ku. kamu tau Tuan, kamu sudah terlalu lama disini. Di hati ku. Tak bosankah kamu disana ?
Entah ini surat keberapa yang ku tulis untuk mu. Sebenarnya setiap kali aku  menulis surat untuk mu, aku harus kembali membiarkan hati ku terluka karena mengingatmu. Dan itu artinya, aku membiarkan hatiku mendapatkan luka baru walau luka yang lama pun belum kunjung sembuh. Saat ini aku bisa tersenyum mengingat mu, mungkin hati ku sudah mati rasa. Jadi kini rasa sakit itu sudah tidak terasa lagi.
Jadi izin aku untuk mengingat  mu lagi Tuan. Sosok yang bagi ku sempurna, dengan segala jelebihan dan kekurangan yang kau punya. Beri aku waktu untuk bisa bernafas tanpa mu, karena aku tau kamu tidak akan pernah kembali dan menepati janji mu dulu.
Aku memilih untuk menyerah Tuan, tapi bukan berarti aku berhenti untuk mencintai dan mendo’akan kebahagiaan mu. Aku akan terus melakukannya, hanya saja frekuensinya sedikit berkurang.
Tuan, berjanjilah kau akan selalu tersenyumn disana. Meski yang menjadi alasan mu untuk tersenyum bukan karena aku. Tapi tetaplah tersenyum, karena kamu adalah Mr. Smile ku. Salah satu alasan ku untuk tersenyum.....


Dari Pengagum mu

DRP

Rabu, 26 Maret 2014

Me And You Lyric - Ashilla


Ku mencoba mengerti keadaan ini
Walau sejuta pertanyaan menghujani
Kau hadir di waktu hidup ku yang tak tepat
Belum waktu ku kenal cinta lebih cepat

*Dan dunia pun berhasil melerai kita berdua
   Seperti bermimpi indah lalu terjaga

Reff :  Just me and you against the world
    Ucapan yang jadi pengikat cinta kita
    And I’ll spend my life to keep my words
          Ku pastikan suatu saat nanti ku kan hadir di hidup mu lagi
          Tuk melanjutkan cinta ini

Ku belajar terima keadaan ini
Cinta kita harus pupus saat dia bersemi

Back to * and Reff

Kan ku buat dunia mengerti, Ini cinta ku yang pertama
Kan ku buat dunia mengerti, Ini cinta ku yang pertama

Kan ku buat dunia mengerti betapa hebatnya cinta pertama.....

Rabu, 19 Maret 2014

Temani Aku - Rio Stevadit

Hari berlalu, bulan berlalu, tahun pun berlalu
Lambang kan segala resah yang ada pada orang yang sama...

Temani aku rasakan cinta hatiku resahhh... ohhh
Temani aku rasakan rindu hatiku gelisahhh...dimanaaaaa....

Atau hanya tanya yang bisa menyiksa
Meski perlahan tapi pasti oh ku jatuh cinta padamuuu....

Temani aku rasakan cinta...ohh hoo
Andai kau tahu ku memendam rasa...
Tiada sulit dimengerti...

Temani aku rasakan cinta hatiku resahhh...
Temani aku rasakan rindu hatiku gelisah..hooo

Temani aku rasakan rindu hatiku gelisahhh...
dimanaaaa....hoo
rasakan cintaaaa...



Link : http://www.youtube.com/watch?v=EqJSsql9GJY

Kamis, 20 Februari 2014

Aku Memilih Untuk Mencintai mu Diam-Diam :')

Aku memilih untuk mencintai mu dalam diam, saat aku menyadari ada yang yang lain dalam hati ku. Saat rasa itu tiba-tiba menyeruak di dalam hati ku, tanpa bisa ku cegah.
Sejak semua berubah.
Sejak...
Senyum mu mampu membuat ku terbang meski tanpa sayap...
Tatapan matamu  mampu membuat ku tenggelam dalam dalamnya sorot matamu...
Harum tubuh mu mampu memabukan indera penciuman ku...
Sentuhan tangan mu  mampu melumpuhkan sendi-sendi di tubuh ku...


Sejak aku tak lagi dapat mencegah hati ku untuk tidak merindukan mu, saat dirimu tak dapat terjamah oleh indera pengelihatan ku...

Aku lebih memilih untuk mencintaimu diam-diam, karena aku takut kamu menjauhi ku karena perasaan yang aku sendiri tidak tau kapan mulai tumbuh di hati ku..
Aku takut kehilangan mu. Bahkan sangat takut...


Aku memilih untuk mencintaimu diam-diam, karena kamu lebih memilih berteman daripada  menjalin suatu hubungan yang akan berakhir nantinya.

Kamu tau ?  Entah mengapa ada rasa sesak di hati ku saat kamu mengucapkan kalimat penolakan itu secara tidak langsung..
Tapi, rasa sesak itu tidak lebih sesak seperti saat aku melihat mu dengan gadis itu. Gadis yang kau klaim sebagai “GADISMU”...


Dan sampai saat ini aku (masih) memilih untuk mencintaimu diam-diam...
Memperhatikan mu dari jauh..
Mencari kabar tentang mu melalui akun jejaring social milik mu..
Membawa nama mu dalam percakapan ku bersama Tuhan..
Dan Mendo’akan kebahagian mu di setiap sujud ku..


Memperhatikan mu...
Merindukan mu...
Mengharapkan mu...
Mendoakan mu...
Mencintai mu..
Bahkan menangis karena mu pun aku lakukan secara DIAM-DIAM..


Tenang saja, sayang. Aku tak akan menyalakhan mu..
Ini adalah konsekuensi yang harus aku terima atas semua pilihan ku...
Aku yang terlalu takut kehilangan mu..
Aku yang terlalu pengecut, sehingga memilih untuk mencintai mu DIAM-DIAM....

Untuk mu yang jauh disana...




Aku. Pengecut yang dengan lancang mencintaimu diam-diam :’)
DRP





Minggu, 26 Januari 2014

Mencintaimu Dalam Diam :')

Jatuh cinta diam-diam memang menyesakkan..
tapi itu pilihan ku..
Aku lebih memilih mencintaimu dalam diam, memeluk mu dalam do'a, dan hanya pada Tuhan lah aku bercerita tentang rindu yang kian menjadi..

Kamu yang jauh disana..
Kadang mata ini iri pada hati, karena dia slalu bisa merasakan kehadiran mu...
Sedang mata ini tak bisa melihat kehadiran mu..

Kamu yang jauh disana..
Apakah kau sedang melihat langit yang sama ?
Apakah kamu dapat merasakan kehadiran ku disisi mu ?

Aku bahagia bisa mengenal mu..
Dan aku bersyukur mencintaimu, walau dalam diam sekali pun..
Entah apa yang membuat ku mampu bertahan dalam cinta diam-diam ini..

Hanya saja aku yakin, semua akan indah pada waktunya..
Dan jika kita ditakdirkan bersama..
Aku, Kamu, akan menjadi KITA...

Kamu..
Seseorang yang berhasil menyentuh hati ku..
Kamu..
Seseorang yang namanya slalu aku bawa dalam sujud ku..
Kamu..
Mungkinkah kamu, seseorang yang namanya telah tertulis ditakdir ku untuk menjadi imam ku ?




Untuk mu, seseorang yang namanya slalu aku bawa dalam sujud ku :)


DRP

Jumat, 01 November 2013

Aku menyerah

Jika ini adalah akhir dari penantian panjang ku, aku akan berhenti..

Aku akan mencoba melepaskan mu, melepaskan semua kenangan dan harapan tentang mu.
Aku akan mencoba membuang rasa yang tak pernah kau tahui..

Sakit..
Rasa'a sakit sekali. Rasa'a seperti teriris, perlahan demi perlahan.

Perih...
Aku terluka, tapi aku tak bisa berbuat apa2. Kamu bukan siapa2 ku...

Jika ini akhir dari penantian panjang ku..
Aku mohon bantu aku. Bantu aku melepaskn semua'a.

Tolong kamu bawa semua kenangan & harapan tentang mu. Bawa semua rasa yang ku punya.

Aku tak peduli, jika harus mati rasa saat kau ambil semua rasa yang ku punya.
Biar saja aku mati rasa. Mungkin aku akan lebih bahagia, karena aku tak akan lagi merasa sakit karna MENCINTA.....

D.R.P

Kamis, 24 Oktober 2013

#HBD16thRiostevadit


#HBD16thRiostevadit

Selamat Ulang Tahun Pangeran Kesayangan ku..
Hari ini, tepat 16 tahun yang lalu kamu dilahirkan dari rahim seorang ibu. 16 tahun yang lalu, pertama kali kamu melihat dunia..
Banyak doa yang terpanjatkan untuk mu saat kamu dilahirkan. Dan hari ini pun banyak doa yang dipanjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa untuk mu Yo..

Ini tahun ke-3 aku merayakan ulang tahun mu, walaupun setiap tahunnya aku lewati seorang diri.
Doa ku masih sama seperti tahun – tahun sebelumnya.
Semoga kamu panjang umur, sehat selalu, lancer sekolahnya, sukses karirnya, makin dewasa, selalu inget Tuhan dan bersyukur, tetap rendah hati, selalu jadi kebangggaan keluarga dan Rise, dan tetap jadi RIO yang sekarang…

Yo, maaf karna aku ga bisa ngasih kado apa – apa untuk merayakan hari jadi mu ini. Aku hanya bisa memberikan Doa agar kamu selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Sekali lagi SELAMAT ULANG TAHUN MARIO STEVANO ADITYA HALING….
I will always love and support you my prince J:*{()}




Senin, 23 September 2013

Selamat Malam Kamu

Selamat malam Kamu..
Apa kabar kamu ? Bagaimana kuliah mu hari ini?

Malam ini aku teringat saat pertama kita kenal dulu..
Dulu saat aku mengenal mu, aku tidak pernah berfikir akan jadi seperti ini. Tapi ternyata kamu berbeda, kamu membuat ku JATUH CINTA..

Aku Jatuh Cinta pada pesona mu.
Kamu dengan segala kelebihan dan kekurangan mu..
Aku jatuh cinta pada kesederhanaan mu..

Kamu datang disaat aku membutuhkan teman. Kamu berbeda, sederhana tapi mempesona..

Kamu....
Aku merindukan mu...


                               Aku seseorang yang slalu merindukan mu :)

Rabu, 24 Juli 2013

Good bye my first love :')


"Kenangan Cinta Pertama tak akan pernah hilang, dia akan selalu menempati satu ruang kosong di hati mu.Walaupun kenangan itu tlah lama berlalu. " -Desi Rachma-


       Aku menatap deretan bangunan kokoh bercat putih dihadapan ku. Ragu - ragu aku melangkahkan kaki ku memasuki gerbang SMA Bintang. Sebuah kolam ikan kecil menyambut kedatangan ku. diatasnya terbentang sebuah sepanduk bertuliskan " SELAMAT DATANG PARA ALUMNI SMA BINTANG". Aku tersenyum membaca tulisan tersebut.

         Ternyata sudah 3 tahun aku meninggalkan Sekolah ini, SMA terfavorit di kota ku, Jakarta. Ku edarkan pandangan ku ke segala penjuru.

      'Tak banyak berubah.' batin ku

           Perpustakaan masih berada di sebelah ruang BP, ruang guru masih bersebrangan dengan ruang Tata Usaha, Kantin dan toilet masih berada di bagian belakang gedung utama, sedangkan lab komputer, lab Biologi, dan lab Bahasa masih pada tempatnya. Hanya beberapa kelas yang berpindah poisisinya.


             Saat aku melewati ruang kelas XII IPS 2, nyanyian kerinduan tiba - tiba  menelusup memenuhi ruang hati ku. Kelas itu masih bercat biru, satu - satunya kelas yang tak bercat putih di sekolah ini.
              
              Aku melangkah memasuki ruang kelas itu. seketika sebuah senyuman melengkung di bibir ku saat aku mengingat kenangan yang pernah terjadi di dalamnya. Kebersamaan, kekompakkan, dan persahabatan yang solod yang tidak pernah ku temukan sebelumnya.
Bangu dibarisan ketiga dari belakang menggoda ku untuk melangkahkan kaki menghampirinya. Ya, itu adalah bangku yang ku gunakan dulu saat aku menuntut ilmu di sekolah ini.

        " Ah, banyak sekali kenangan di sekolah ini yang tidak bisa kulupakan." Gumam ku.

            Ku biarkan mataku berkelana mengamati seisi ruang kelas. Tiba - tiba hati ku terasa sesak saat bayangan laki - laki itu muncul dalam ingatan ku. MARIO

             Anak baru asal Manado yang selalu berhasil mencetak senyum di bibir ku setiap kali melihatnya. Laki - laki bertubuh tinggi kurus, berkulit sawo matang, bermata teduh, dan mempunyai senyum yang hangat. Dia tidak hanya ramah, tapi juga jago dalam olahraga dan bermain musik.


#Flashback


         "Perkenalkan nama saya Mario Stevano Aditya, tapi kalian cukup panggil Rio aja. Saya  pindahan dari Manado. Terima Kasih." Ucap Rio

         "Sudah cukup perkenalannya Rio ?" tanya Bu Winda, Guru Bahasa Inggris di SMA Bintang.

          " Sudah bu." Rio mengangguk dan tersenyum pada Bu Winda.

          "Ok, kalau begitu kamu duduk di....." Bu Winda mengedarkan pandangannya ke seisi kelas. "... kamu duduk di damping Shilla aja." Lanjut Bu Winda.

          "baik Bu. " Rio berjalan menuju tempat duduknya.

           " Rio." Ucapnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.

           "Ashilla." Ucap ku menyambut uluran tangannya.

             "sudah kenalannya Shilla-Rio ?" Tanya Bu Winda

            "sudah Bu. "

            "Baik, kalau begitu keluarkan buku kalian !"


        Sejak hari itu aku dan Rio semakin dekat. Kami sering menghabiskan waktu bersama, entah untuk mengerjakan tugas sekolkah, menonton bioskop, ke toko buku, menonton konser musik, atau hanya sekedar nongkrong di rumah ku sambil bermain gitar.


             ****

                 "Shill, gue mau nanya satu hal sama loe boleh ?" tanya Rio di suatu sore saat kita sedang makan di cafe favorite kita berdua.

                  "boleh, mau nanya apaan sih ? kayanya serius banget " jawabku sambil mencocolkan kentang goreng pesanan ku ke saus tomat.

                   "gosip itu beneran Shill ?" Tanya Rio hati – hati

                   " gosip? gosip apaan ? gosip JB putus sama selgom ? "


Rio tersenyum. Lalu mengacak - acak puncak kepala ku dengan gemas.
                   "yee. itu mah bukan gosip lagi, seluruh dunia juga udah tau kalau mereka putus. Lagian ga ada urusannya sama gue kali "

                   "ihh, Rio jadi berantakan kan. Lo kan tau gue paling ga suka kalau rambutnya diacak - acakin " aku merapihkan rambut ku yang berantakan. " trus maksud lo gosip yang mana sih ?" lanjut ku.

                      "gosip lo suka sama Cakka "

                       "uhuk.. uhuk.."

Rio memberikan Chocolate float dihadapan ku. Aku meminumnya sambil menepuk - nepuk dada ku.
                         "Lo nggak papa Shill ?" Tanya Rio cemas.

                         "ga papa kok Yo, cuma keselek dikit aja. hehe.. dan soal gosip itu, gue cuma ngefans aja kok sama dia. Ga lebih. " Aku tersenyum pada Rio.

                           "oh, syukur deh kalo cuma ngefans doang " ucap Rio pelan.

                           " Hah, kenapa yo ? "

                           "enggak papa kok Shill."


                ***

   Semakin banyak waktu yang ku lalui bersamanya, membuat rasa nyaman itu berubah. Rasa itu perlahan - lahan tumbuh di hati ku, rasa yang sulit untuk ku jabarkan pada siapapun.
Pernah suatu saat aku bertanya pada sepupu ku Ify tentang apa yang tengah aku rasakan pada Rio.

                             "itu artinya lo jatuh cinta sama dia Shill. Cie..cie.. sepupu gue lagi jatuh cinta." ucap Ify waktu itu sambil memeluk ku.


  #Flashbackoff


            Kini 3 Tahun setelah perpisahan sekolah berlangsung, semuanya masih sama. Aku masih mencintainya, dalam diam tentunya. Dan dia masih tidak mengetahui apa yang aku rasakan padanya.



            Dulu ku pikir, seiring dengan berjalannya waktu rasa ini akan menghilang. Dan aku bisa melupakan Rio dari hidup ku, dan mengubur sem,ua kenangan tentangnya.
tapi ternyata aku salah, karena semakin keras aku berusaha untuk melupakannya semakin nyata pula bayangan wajahnya dipikiran ku.

Dulu setelah lulus SMA, Rio kembali ke Manado karena Ayahnya kembali bertugas disana.

                                 "Gue pasti balik lagi Shill. Gue janji." ucapnya sebelum melangkah masuk ke bandara.

            Satu kata yang sampai detik ini  masih ku ingat, dan kata itu mampu membuat ku bertahan selama ini. Sebuah kata yang membuat ku berharap padanya. Sebuah kata yang membuat ku berada dalam "Penantian" yang tak pasti . 

Terkadang aku mulai muak dan lelah menanti kedatangannya. Ingin rasanya aku mengubur semua harapan itu. Semuanya terlalu menyesakkan untuk ku.

Tapi setiap kali aku mencoba untuk mencintai lelaki lain, hati ini slalu menolaknya. Walau lelah aku masih saja bertahan menunggunya, dan berharap dia akan menepati janjinya.


                    *****

   
                         "Ternyata elo ga berubah ya, masih aja suka ngelamun.." ujar seseorang dengan suara bariton yang sangat aku kenal.

                          " Rio ?" aku mengucek mata ku untuk meyakinkan diri ku sendiri bahwa yang ku lihat memang benar.

            Pemuda dihadapan ku itu tersenmyum manis pada ku. SEnyuman yang 3 tahun belakangan ini aku rindukan.

                             "segitu berubahnya ya gue, sampe elo ga ngenalin gue gitu " ucapnya lalu duduk di samping ku.

                              "iya. 3 tahun ga ketemu, lo banyak berubah Yo"

                               "pasti gue tambah ganteng ya dan keren kan ?"

                               "yee. GR banget lo" Aku memukul pelan lengan Rio.






                               "btw, ngapain lo disini ? " lanjut ku.

                                "hei, ternyata 3 tahun ga ketemu sekarang seorang Ashilla uah jadi pikun. Hari ini sekolah kita kan ngadain reunian Shill " ucap Rio sambil mengeleng - gelengkan kepalanya.

Aku mencubit paha Rio gemas. "maksud gue ngapain lo ke kelas ini ? acaranya kan di aula "

                                  "sama kaya lo Shill" Rio mengusap pahanya yang kucubit tadi.

                                  "sama kaya gue ?" aku mengerutkan kening tak mengerti yang dimaksud oleh Rio.

                                  "kelas ini banyak banget menyimpan kenangan buat gue..." ucapnya sambil menerawang.

"elo kangen gue ga Shill ?" lanjutnya, dan matanya masih menerawang entah kemana.

                                    "enggak " jawabku asal.

  Rio memutar badannya menghadap ke arah ku. "bo'ong banget kalau lo ga kangen sama gue"

                                     "ngapain gue bohong sama lo Yo"

                                     "kalau lo ga kangen sama gue, ga mungkin lo ada di kelas ini sekarang" ucap Rio dengan santai, tapi mampu menusuk hati ku.

Rio benar, aku memang merindukannya. Sangat merindukannya.

                                       "kok diem Shill, gue bener ya ?"
                                       "hah. enggak sih. wee " aku menjulurkan lidah ku pada Rio.


            Kami berdua larut dalam pikiran masing - masing. Kecanggungan tiba - tiba menyergap kami berdua. Aku melirik ke arah Rio. Ku lihat ia seperti sedang memikirkan sesuatu. Entah apa yang sedang mengganjal pikirannya.


                             "Shill.." ucap Rio memecah keheningan diantara kita.
Aku menoleh ke arahnya. Rio kembali diam, sementara aku dengan serius menunggu apa yang akan rio ucapkan.

                              "gue suka sama loe Shill" ucap Rio tiba - tiba.
Aku yang tidak siap dengan pernyataan Rio tadi hanya bisa terdiam menatap wajahnya.

                               "gue suka sama lo, sejak pertama kali gue liat lo Shill " Rio mengulang pernyataannya tadi.

                                 "kenapa lo bisa suka sama gue ?" Aku merutuki diri ku sendiri, kenapa harus pertanyaan bodoh itu yang ku lontarkan.

Rio tersenyum, "karena lo Ashilla Zahrantiara " ucapnya

"kalau lo suka sama gue udah dari dulu, kenapa baru sekarang lo ngomongnya ?"

"itulah bodohnya gue," Rio menghela nafas berat. "..gue nggak punya keberanian buat bilang ke elo Shill. Lagian waktu itu lo sukanya kan sama Cakka, gue makin drop aja waktu itu." ucap Rio lirih.

"gimana Shill ? " lanjutnya.

Aku menyenderkan tubuh ku pada bangku yang ku duduki. "Seandainya lo ngomong kaya gini 4 Tahun yang lalu Yo. Gue pasti nerima lo. Tapi..." Aku menggantungkan kalimat ku.

"tapi apa Shill ? elo udah punya pacar ?" tanya Rio penasaran.

Aku menggeleng lemah.

"terus kenapa? lo udah ga suka sama gue ?"

"enggak Yo. Rasa itu masih sama seperti 3 tahun yang lalu"

"terus kenapa Shill?


"ternyata kamu disini Shill. Eh, lo Rio kan ?" ujar seorang pemuda tinggi berkulit putih dari arah pintu kelas.

Aku dan Rio menoleh ke arah asal suara itu. Aku tersenyum melihat siapa yang berdiri disana.
Alvin. Lelaki yang bisa membuat ku melupakan Rio sejenak saat bersamanya.

"jadi itu alasannya Shill" ucap Rio lirih.

"apa kabar lo Yo ?" tanya pemuda sipit itu.

"gue baik Vin. Elo apa kabar ?"

"kaya yang lo liat, gue baik banget" Alvin tersenyum. "oia, acaranya udah mau di mulai tuh. Kita ke aula bareng yuk !" ajak Alvin.

"elo sama Shilla duluan aja. Gue masih mau disini dulu."

"elo yakinYo ga mau bareng ke aulanya?" tanya Alvin.

Rio mengangguk. "nggak papa kok, kalian duluan aja. Gue nggak mau ganggu kaluian berdua." Rio tersenyum. senyum yang menurut ku sangat dipaksakan.

"oh, ok deh kalau gitu. Gue sama Shilla duluan ya Yo."

Alvin menggandeng tangan ku meninggalkan Rio yang memilih tetap berada di dalam kelas. Sebelum menghilang di balik pintu, aku menoleh ke arah Rio.

Rio tersenyum pada ku dari dalam kelas. Senyum yang paling memilukan yang pernah ku lihat dari seorang Mario Stevano Aditya..


            Selamat tinggal Mario. Terima kasih untuk semua kenangan indah yang pernah kamu berikan di dalam hidup ku. Sampai kapan pun kamu akan selalu jadi yang terindah untuk ku, dan sampai kapan pun kamu akan selalu menempati satu ruang khusus di hati ku. Kamu cinta pettama ku yang tak pernah bisa ku miliki.....





THE END